/*credits : http://http://kkpkelasiiiternate.blogspot.com/ */ #tabshori { float:left; width:100%; font-size:13px; border-bottom:1px solid #2763A5; /* Garis Bawah*/ line-height:normal; } #tabshori ul { margin:0; padding:10px 10px 0 50px; /*Posisi Menu*/ list-style:none; } #tabshori li { display:inline; margin:0; padding:0; } #tabshori a { float:left; background: url("http://superinhost.com/gambar/blackleft.gif") no-repeat left top; margin:0; padding:0 0 0 4px; text-decoration:none; } #tabshori a span { float:left; display:block; background: url("http://superinhost.com/gambar/blackright.gif") no-repeat right top; padding:5px 14px 4px 4px; color:#fff; } #tabshori a span {float:none;} /* End IE5-Mac hack */ #tabshori a:hover { background-position:0% -42px; } #tabshori a:hover span { background-position:100% -42px; }

Selamat Datang di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate

Tangguh dan Prima Dalam Cegah Tangkal Faktor Resiko Untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan

Senin, 12 September 2011

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS III TERNATE

1.       VISI
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate merupakan Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, didalam menjalankan tugasnya mempunyai visi sebagai berikut :
” Tangguh dan Prima Dalam Cegah Tangkal Faktor Risiko
Untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat yang Mandiri dan
Berkeadilan di Pintu Gerbang Negara .”

2.       MISI
Untuk mewujudkan visi tersebut diatas, telah ditetapkan 3 misi yang akan dijalankan yaitu :
  1. Melindungi kesehatan masyarakat di wilayah kerja pelabuhan dan Bandara Udara melalui pelaksanaan cegah tangkal penyakit karantina penyakit menular potensial wabah dan PHEIC
  2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja pelabuhan dan Bandara Udara melalui pemberdayaan masyarakat.
  3. Mencegah timbulnya penyakit melalui penyelenggaraan pengendalian risiko lingkungan.
  4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik dalam pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan di wilayah pelabuhan dan Bandar udara.
  5. Penguatan system cegah tangkal penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui pelaksanaan kekarantinaan dan surveilans epidemiologi, pengendalian risiko lingkungan dan upaya kesehatan pelabuhan yang sesuai dengan standar operasional prosedur.
  6. Meningkatkan  dan penguatan sistem surveilans penyakit dan faktor risiko serta sistem kewaspadaan dini.
  7. Pembinaan jejaring kerja dan kemitraan.
  8. Memperluas akses informasi, promosi dan desiminasi informasi

3.       Tujuan
  1. Tujuan Umum
” Mewujudkan mutu program Kesehatan Pelabuhan yang memberi jaminan tercapainya derajat kesehatan masyarakat di Pelabuhan yang optimal ”.

  1. Tujuan Khusus
1)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui peningkatan kualitas surveilans epidemiologi, pelaksanaan pengkajian dan desiminasi hasi surveilans epidemiologi  dan kejadian luar biasa.
2)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui peningkatan pelayanan kesehatan matra di wilayah pelabuhan.
3)  Terselenggaranya upaya pencegahan upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui pelayanan imunisasi, penemuan dan penata laksanaan penderita.
4)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui peningkatan standarisasi dan bintek karantina kesehatan dan pengendalian faktor risiko lingkungan.
5)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui peningkatan standarisasi dan bintek di bidang kesehatan haji.
6)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui perluasan jejaring surveilans epidemiologi.
7)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensila wabah melalui penyebar luasan informasi dan promosi kesehatan

4.       SASARAN
a.  Meningkatkan upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui tindakan kekarantinaan alat angkut, orang, dan barang termasuk pemeriksaan OMKA.
b.  Meningkatkan penemuan dan tatalaksanaan penderita, imunisasi, bintek kesehatan haji, kesehatan matra, dan peningkatan penerapan manajemen kepemerintahan yang baik.
c.  Meningkatkan kualitas lingkungan pelabuhan/ bandara melalui inspeksi sanitasi alat angkut, barang, pengendalian vektor penyakit, pengawasan kualitas air bersih, tempat pengelolaan makanan/ minuman dan penyelenggaraan laboratorium lingkungan.
d.      Meningkatkan penerapan menajemen kepemimpinan yang baik.
e.      Meningkatkan koordinasi dengan seluruh instansi terkait dan stakeholder.
f.      Meningkatkan jejaring kerja dan kemitraan dalam upaya memperkuat surveilans epidemiologi dan penyebar luasan informasi.

5.       KEBIJAKAN
  1. Meningkatklan sistem surveilans epidemiologi dalam upaya cegah tangkal penyakit karantina dan penyakit menular lainnya serta penyakit potensial wabah.
  2. Meningkatkan sistem surveilans epidemiologi terhadap faktor risiko lingkungan di pelabuhan/ bandara
  3. Meningkatkan jejaring kerjasama lintas program, lintas sektor, stakeholder dan masyarakat pelabuhan.
  4. Meningkatkan promosi kesehatan di wilayah pelabuhan/ bandara, dan sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan pelabuhan.
  5. Meningkatkan mutu sumber daya manusia, untuk menjunjung program kesehatan di pelabuhan/ bandara.

6.       STRATEGI
  1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat di lingkungan pelabuhan dan bandara untuk hidup sehat.
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola program kekarantinaan, surveilans epidemiologi, pengendalian faktor risiko lingkungan dan pelayanan kesehatan pelabuhan.
  3. Meningkatkan pemahaman nilai-nilai renstra dan rencana tahunan bagi seluruh pegawai.
  4. Meningkatkan jejaring surveilans epidemiologi, pengelolaan informasi dan penyebar luasan informasi kepada seluruh instansi terkait, stakeholder dan masyarakat pengguna jasa pelabuhan/ bandara.
  5. Meningkatkan efisiensi pengelolaan pembiayaan dengan berbasis pada kinerja.
  6. Meningkatkan pemahaman bagi pegawai tentang peraturan perundang-undangan kekarantinaan, Internasional Health Regulation 2005 dan perundang-undangan lainnya yang terkait.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar