/*credits : http://http://kkpkelasiiiternate.blogspot.com/ */ #tabshori { float:left; width:100%; font-size:13px; border-bottom:1px solid #2763A5; /* Garis Bawah*/ line-height:normal; } #tabshori ul { margin:0; padding:10px 10px 0 50px; /*Posisi Menu*/ list-style:none; } #tabshori li { display:inline; margin:0; padding:0; } #tabshori a { float:left; background: url("http://superinhost.com/gambar/blackleft.gif") no-repeat left top; margin:0; padding:0 0 0 4px; text-decoration:none; } #tabshori a span { float:left; display:block; background: url("http://superinhost.com/gambar/blackright.gif") no-repeat right top; padding:5px 14px 4px 4px; color:#fff; } #tabshori a span {float:none;} /* End IE5-Mac hack */ #tabshori a:hover { background-position:0% -42px; } #tabshori a:hover span { background-position:100% -42px; }

Selamat Datang di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate

Tangguh dan Prima Dalam Cegah Tangkal Faktor Resiko Untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan

Jumat, 04 Mei 2012

Selamat Jalan Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH

Jakarta, 2 Mei 2012


Innalillaahi wainna ilaihi roji’un. Telah berpulang ke rahmatullah Menteri Kesehatan RI periode 2009 - 2014, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, pada hari Rabu, 2 Mei 2012 pukul 11.41 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Menkes pergi setelah berjuang melawan penyakit kanker paru yang terdeteksi pada Oktober 2010. Sejak saat itu, Menkes menjalani pengobatan baik di dalam maupun di luar negeri selama lebih kurang 1,5 tahun. Pengobatan yang dijalani antara lain radiasi lokal dan bedah beku untuk mengobati kanker secara lokal serta meningkatkan daya tahan tubuh. Selama kurun waktu pengobatan tersebut, beliau tetap semangat menjalankan tugas-tugas kementerian selaku Menteri Kesehatan. Endang Rahayu Sedyaningsih lahir di Jakarta, 1 Februari 1955. Beliau berhasil menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1979. Gelar Master on Public Health dan Doktor Kesehatan Masyarakat diperoleh di Harvard University, Amerika Serikat tahun 1992 dan 1997.

Dari perkawinannya dengan dr. MJN Mamahit, Sp.OG, dikaruniai 2 orang putra dan 1 orang putri yaitu Arinanda Wailan Mamahit (L, 31 th), Awandha Raspati Mamahit (L, 27 th), dan Rayinda Raumanen Mamahit (P, 21 th) dan seorang menantu Sara Ratna Qanti (P, 30 th).

Endang Rahayu Sedyaningsih akrab disapa Enny, memulai karirnya di Departemen Kesehatan sejak tahun 1990. Pada tahun 2004 diangkat sebagai pejabat fungsional dengan pangkat Peneliti Madya. Pada 26 Januari  2007, Endang dipercaya sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi. Jabatan sebagai peneliti Madya juga diemban pada 24 Juli 2008. Sejak 1 Agustus 2008, Endang diangkat sebagai Peneliti Utama pada Puslitbang Bio Medis dan Farmasi. Tanggal 21 Oktober 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi amanat sebagai Menteri Kesehatan Periode 2009 – 2014.

Sebagai seorang peneliti, Endang Rahayu Sedyaningsih sudah dua kali memperoleh penghargaan yaitu sebagai Penulis Artikel terbaik ke-2 Badan Litbangkes tahun 2000, Presentasi Poster Terbaik ke-3 pada Conferensi Asia Pasifik ke-3 tentang Perjalanan Kesehatan. Saat menjadi Menkes, Endang Rahayu Sedyaningsih mendapat penghargaan Sulianti Award adalah penghargaan atas jasa beliau dalam hal pencegahan penyakit dan manajeman kesehatan

Banyak karya ilmiah yang sudah dihasilkan, diantaranya adalah Pengembangan Jaringan Virologi dan Epidemiologi Influenza di Indonesia (2007), Karakteristik kasus-kasus flu burung di Indonesia (Juli 2005-Mei 2006), dan Kajian penelitian sosial dan perilaku yang berkaitan dengan Infeksi Menular Seksual, HIV/AIDS di Indonesia (1997-2003).

Jenazah Ibu Endang dari RSCM akan dibawa dan disemayamkan di kediaman Jl. Pendidikan Raya III, Blok J 55, Komplek IKIP Duren Sawit Jakarta Timur pada pukul 14.00 WIB. Selanjutnya pada Kamis (3/5) pukul 06.30 jenazah diberangkatkan ke kantor Kemenkes untuk mendapatkan penghormatan terakhir pada pukul 07.00 – 09.00 WIB. Jenazah diberangkatkan ke peristirahatan terakhir di pemakaman San Diego Hills Karawang pukul 09.00 dari Kemenkes.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 021-52960661, PTRC: (kode wilayah)-500567 atau alamat e-mail: info@depkes.go.id dan kontak@depkes.go.id.

Pertemuan Sosialisasi Jabatan Fungsional Kesehatan


Dalam rangka meningkatkan pemahaman bagi Pegawai KKP Kelas III Ternate tentang 17 jenis Jabatan Fungsional Kesehatan seperti yang tertuang dalam Keppres RI No. 5 Tahun 2004, maka pada hari Selasa, 24 April 2012, KKP Kelas III Ternate telah menyelenggarakan pertemuan Sosialisasi Jabatan Fungsional. Pertemuan tersebut diikuti oleh seluruh Pegawai KKP Kelas III Ternate.

Sosialisasi Jabatan Fungsional Kesehatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang Jabatan Fungsional guna meningkatkan motivasi kerja bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan KKP Kelas III Ternate yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam jabatan Fungsional Bidang Kesehatan.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Aula Pertemuan KKP Kelas III Ternate dengan menghadirkan narasumber dari Bagian Umum dan Kepegawaian Direktorat Jenderal PP da PL, Bpk Ridwan Mawardi, SKM dan Bpk. Maulana Effendy, SE.  Acara diawali sambutan Kepala Kantor Bpk. Suharto, SKM, M.Kes, dilanjutkan presentasi materi oleh narasumber. Peserta pertemuan aktif memberikan tanggapan dan pertanyaan terhadap hal-hal yang dianggap belum jelas terkait masalah Jabatan Fungsional seperti pengangkatan dalan jabatan fungsional, cara pembuatan DUPAK, mekanisme pengusulannya sampai keluarnya Penetapan Angka Kredit (PAK) oleh Tim Penilai.

Berikut ini adalah Dokumentasi Kegiatan yang diambil pada saat kegiatan sosialisasi berlangsung :

Suasana Sosialisai Kabatan Fungsional Kesehatan
Narasumber 
Peserta Pertemuan Sosialisasi Jabatan Fungsional Kesehatan


Rabu, 22 Februari 2012


      
 
Pembentukan Kader Jumantik KKP Kelas III Ternate


Dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam hal pengawasan vektor jentik nyamuk dan pengendaliannya, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate melaksanakan pertemuan pembentukan kader jumantik diwilayah buffer Kantor Kesehatan Pelabuhan  Kelas III Ternate. Selama ini Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate sendiri telah melakukan kegiatan survei jentik dan pengendaliannya setiap bulannya baik diwilayah perimeter maupun buffer. Dengan peran serta masyarakat melalui kader jumantik diharapkan dapat meningkatkan pengendalian faktor risiko penyakit yang di tularkan melalui vektor nyamuk (Vektor Borne Diease) guna cegah tangkal masuk dan keluarnya penyakit yang berpotensi wabah melalui pelabuhan laut dan udara.
Tujuan umum yang ingin dicapai dari pembentukan kader Jumantik ini adalah guna meningkatkan peran serta masyarakat melalui petugas Jumantik, guna pengendalian faktor risiko penyakit yang di tularkan melalui vektor nyamuk (Vektor Borne Diease) guna cegah tangkal masuk dan keluarnya penyakit yang berpotensi wabah melalui pelabuhan laut dan udara.
Penyelenggaraan pembentukan kader Jumantik di wilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate Tahun 2012 dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Sabtu, 21 Januari 2012
Tempat          : Boulevard Hotel, Jalan Tapak II Komp. Jatiland Bisnis Center - Ternate
Peserta yang datang dari pertemuan ini adalah para kader Jumantik dari masing-masing kelurahan yang ada diwilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate yaitu sebanyak 44 peserta dan selebihnya adalah tamu undangan dari Dinas Kesehatan Kota Ternate, Kabid P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Kepala Puskesmas se-kota Ternate dan kepala kelurahan yang ada diwilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate.
Dalam pertemuan ini, disampaikan pula beberapa materi oleh narasumber untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan kinerja para kader Jumantik agar tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana dengan baik. Narasumber dari kegiatan ini berasal dari Dinas Kesehatan Kota Ternate, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Ternate, dan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas III Ternate.

Rabu, 05 Oktober 2011

Raih WTP 2012

Dalam rangka meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ) Tahun 2012 di Kementerian Kesehatan RI dan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 1606/ MENKES/ SK/ VII/ 2011 tentang Satuan Tugas Menuju Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Satgas WTP) serta berdasarkan Surat Edaran Ditjen PP & PL No.IR.02.02/1.3/4520/2011 tentang Pencanangan Raih WTP 2012, maka KKP Kelas III Ternate berupaya mengadakan pertemuan pencanangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 26 September 2011 yang bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate, yang dihadiri oleh para pejabat struktural, koordinator wilayah kerja  serta seluruh pegawai di kantor induk.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate, Bapak Suharto, SKM, M.Kes sekaligus pencanangan WTP, dilanjutkan dengan penandatanganan  pakta integritas.
Semoga dengan pencanangan WTP dapat menjadikan sistem keuangan maupun pelaporan ditingkat KKP Kelas III Ternate tidak discleamer

Senin, 12 September 2011

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS III TERNATE

1.       VISI
Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate merupakan Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, didalam menjalankan tugasnya mempunyai visi sebagai berikut :
” Tangguh dan Prima Dalam Cegah Tangkal Faktor Risiko
Untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat yang Mandiri dan
Berkeadilan di Pintu Gerbang Negara .”

2.       MISI
Untuk mewujudkan visi tersebut diatas, telah ditetapkan 3 misi yang akan dijalankan yaitu :
  1. Melindungi kesehatan masyarakat di wilayah kerja pelabuhan dan Bandara Udara melalui pelaksanaan cegah tangkal penyakit karantina penyakit menular potensial wabah dan PHEIC
  2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja pelabuhan dan Bandara Udara melalui pemberdayaan masyarakat.
  3. Mencegah timbulnya penyakit melalui penyelenggaraan pengendalian risiko lingkungan.
  4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik dalam pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan di wilayah pelabuhan dan Bandar udara.
  5. Penguatan system cegah tangkal penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui pelaksanaan kekarantinaan dan surveilans epidemiologi, pengendalian risiko lingkungan dan upaya kesehatan pelabuhan yang sesuai dengan standar operasional prosedur.
  6. Meningkatkan  dan penguatan sistem surveilans penyakit dan faktor risiko serta sistem kewaspadaan dini.
  7. Pembinaan jejaring kerja dan kemitraan.
  8. Memperluas akses informasi, promosi dan desiminasi informasi

3.       Tujuan
  1. Tujuan Umum
” Mewujudkan mutu program Kesehatan Pelabuhan yang memberi jaminan tercapainya derajat kesehatan masyarakat di Pelabuhan yang optimal ”.

  1. Tujuan Khusus
1)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui peningkatan kualitas surveilans epidemiologi, pelaksanaan pengkajian dan desiminasi hasi surveilans epidemiologi  dan kejadian luar biasa.
2)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui peningkatan pelayanan kesehatan matra di wilayah pelabuhan.
3)  Terselenggaranya upaya pencegahan upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui pelayanan imunisasi, penemuan dan penata laksanaan penderita.
4)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui peningkatan standarisasi dan bintek karantina kesehatan dan pengendalian faktor risiko lingkungan.
5)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui peningkatan standarisasi dan bintek di bidang kesehatan haji.
6)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui perluasan jejaring surveilans epidemiologi.
7)     Terselenggaranya upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensila wabah melalui penyebar luasan informasi dan promosi kesehatan

4.       SASARAN
a.  Meningkatkan upaya pencegahan penyakit karantina dan penyakit potensial wabah melalui tindakan kekarantinaan alat angkut, orang, dan barang termasuk pemeriksaan OMKA.
b.  Meningkatkan penemuan dan tatalaksanaan penderita, imunisasi, bintek kesehatan haji, kesehatan matra, dan peningkatan penerapan manajemen kepemerintahan yang baik.
c.  Meningkatkan kualitas lingkungan pelabuhan/ bandara melalui inspeksi sanitasi alat angkut, barang, pengendalian vektor penyakit, pengawasan kualitas air bersih, tempat pengelolaan makanan/ minuman dan penyelenggaraan laboratorium lingkungan.
d.      Meningkatkan penerapan menajemen kepemimpinan yang baik.
e.      Meningkatkan koordinasi dengan seluruh instansi terkait dan stakeholder.
f.      Meningkatkan jejaring kerja dan kemitraan dalam upaya memperkuat surveilans epidemiologi dan penyebar luasan informasi.

5.       KEBIJAKAN
  1. Meningkatklan sistem surveilans epidemiologi dalam upaya cegah tangkal penyakit karantina dan penyakit menular lainnya serta penyakit potensial wabah.
  2. Meningkatkan sistem surveilans epidemiologi terhadap faktor risiko lingkungan di pelabuhan/ bandara
  3. Meningkatkan jejaring kerjasama lintas program, lintas sektor, stakeholder dan masyarakat pelabuhan.
  4. Meningkatkan promosi kesehatan di wilayah pelabuhan/ bandara, dan sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan pelabuhan.
  5. Meningkatkan mutu sumber daya manusia, untuk menjunjung program kesehatan di pelabuhan/ bandara.

6.       STRATEGI
  1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat di lingkungan pelabuhan dan bandara untuk hidup sehat.
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola program kekarantinaan, surveilans epidemiologi, pengendalian faktor risiko lingkungan dan pelayanan kesehatan pelabuhan.
  3. Meningkatkan pemahaman nilai-nilai renstra dan rencana tahunan bagi seluruh pegawai.
  4. Meningkatkan jejaring surveilans epidemiologi, pengelolaan informasi dan penyebar luasan informasi kepada seluruh instansi terkait, stakeholder dan masyarakat pengguna jasa pelabuhan/ bandara.
  5. Meningkatkan efisiensi pengelolaan pembiayaan dengan berbasis pada kinerja.
  6. Meningkatkan pemahaman bagi pegawai tentang peraturan perundang-undangan kekarantinaan, Internasional Health Regulation 2005 dan perundang-undangan lainnya yang terkait.

Minggu, 22 Mei 2011

KKP Kelas III Ternate Menggelar Pertemuan Jejaring Surveilans

KKP Kelas III Ternate melakukan pertemuan Jejaring Surveilans dengan Dinas Kesehatan se-provinsi Maluku Utara. Pertemuan yang berlangsung selama dua hari di Losmen Kita - Ternate tersebut di buka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr.Husein Kausaha, M.Kes dan dihadiri oleh masing-masing Kabid P2PL dari Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota se-provinsi Maluku Utara dan Koordinator Wilker KKP Kelas III Ternate.
Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah terbangunnya kerja sama (net working) surveilans epidemiologi antara Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Ternate dengan Dinas Kesehatan se-provinsi Maluku Utara yang diwujudkan dalam sebuah nota kesepakatan (MoU), tersedianya data dan informasi kaitannya dengan surveilans epidemiologi penyakit, faktor risiko dan atau gangguan kesehatan lainnya secara cepat, tepat dan akurat.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyampaian materi oleh narasumber, diskusi dan tanya jawab antar narasumber dan peserta mengenai mekanisme kerja sama surveilans epideiologi. Adapun narasumber berjumlah 5 orang terdiri dari Subdit Kesehatan Matra Ditjen PP&PL Kemenkes RI, Kepala KKP Kelas I Surabaya, Kepala BTKL Kelas II Manado, Balai Karantina Kelas II Ternate dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.